Kamis, 22 November 2018

PRO KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BAWEN-YOGYAKARTA DAN JALAN TOL BALI MANDARA


PRO KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BAWEN-YOGYAKARTA DAN JALAN TOL BALI MANDARA



 Disusun Oleh  :   
v Abraham Stayman G.R                  (17318897)
v Andrea Dela R.M                            (10318782)
v Bilian Putu Lisanto                         (11318422)
v Muhammad Alfiansyah R.C          (14318457)
v Vera Ardiningrum                          (17318213)
Kelas                   : 1TA05

                   Universitas Gunadarma
                        Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
                   Tahun Ajaran 2018/2019





DAFTAR ISI

DAFTAR ISI…………….... ……………………………………….…………....………... i
KATA PENGANTAR ……………………………………………….…………...……...…ii
PENDAHULUAN………………………………………………………………………..…iii
ISI
BAB    I           PENGENALAN
A.                Pengertian Jalan Tol ..……………………………….…………………….. 1
B.                 Manfaat Pembangunan Jalan Tol …………………………………..……... 4
C.                 Tanggapan Masyarakat…. ………………………………………………… 6

BAB    II         TOPIK MASALAH
A.        Pro dan Kontra Pembangunan Jalan Tol Bawen- Yogyakarta……...…..… 7
B.        Pro dan Kontra Pembangunan Jalan Raya Tol Bali Mandara………..…... 10

BAB    III        ANALISIS…………………………………………………………………...14

PENUTUP
A.        Saran………….…………………………………………………….…….….15
B.        Penutup……………………………………………………………….……...15
C.        Daftar Pustaka…………………………………………………………..……16


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya, tanpa itu semua makalah ini tidak akan bisa terbuat.

            Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi, dan dapat lebih berguna bagi pembaca.

            Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


Depok 19 November 2018



PENDAHULUAN

Pembangunan adalah suatu sistem yang sangat gencar dilakukan di Indonesia mulai dari pembangunan Bandara, Dermaga, Stasiun, Jalan tol, Gedung, dll tentu saja dengan adanya pembangunan dapat meningkatkan sedikit kebutuhan dari manusia, dalam bekerja, mencari makan, bahkan tempat tinggal, dengan segala kebutuhan itu tentu saja sangat kita tidak akan bisa lepas dari suatu pembangunan, karena cepat atau lambat suatu pembangunan akan tetap dilakukan.
Didalam suatu pembangunan tentu saja ada ahli atau pekerja yang andal untuk bia menerima dan melakukannya. Ilmu sipil adalah salah satu yang sangat bepengaruh dalam suatu pembangunan tersebut. Teknik sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak hanya gedung dan infrastruktur, tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Teknik sipil mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematikafisikakimiabiologigeologilingkungan hingga komputer mempunyai peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa mengubah sebuah hutan menjadi kota besar yang didalamnya terdapat pangkalan transportasi, maupun gedung- gedung.
Didalam suatu pembanguna pun tidaklah berjalan mulus tanpa ada duatu kendala, karena pembanguna adalah system yang harus disetujui dan didukung oleh semua pihak tapi dalah proses menuju persetujuan tersebut akan terjadi suatu kendala yaitu pro dan kontra, pro adalah suatu reaksi yang baik, positif, dan setuju terhadap suatu hal dan kontra adalah reaksi negative, menentang, atau tidak setuju terhadap suatu hal.
Pengertian Jalan adalah prasarana Transportasi Darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Sistem jaringan jalan merupakan satu kesatuan jaringan jalan yang terdiri dari sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder yang terjalin dalam hubungan hierarki.Sistem jaringan jalan disusun dengan mengacu pada rencana tata ruang wilayah dan dengan memperhatikan keterhubungan antarkawasan dan/atau dalam kawasan perkotaan, dan kawasan perdesaan. Sistem jaringan jalan primer disusun berdasarkan rencana tata ruang dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan, sedangkan Sistem jaringan jalan sekunder disusun berdasarkan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan yang menghubungkan secara menerus kawasan yang mempunyai fungsi primer, fungsi sekunder kesatu, fungsi sekunder kedua, fungsi sekunder ketiga, dan seterusnya sampai ke persil. Dan itu semua menjadikan satu kesatuan yang sangat berguna dan sangat membantu manusia dalam melakukan perjalanan, pengiriman, dan pengataran ke suatu tujuan yang dituju.

Bab I
Pengenalan

A. PENGERTIAN JALAN TOL
            Jalan tol (di Indonesia disebut juga sebagai jalan bebas hambatan) adalah suatu jalan yang dikhususkan untuk kendaraan bersumbu dua atau lebih (mobilbustruk) dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lain. Dengan memakai jalan tol waktu yang ditempuh bisa sangat dimimalisir dengan sangat efektif, bahkan saat ini banyak sekali masyarakat yang memakai jalan tol sebagai pilihan utama dalam berpergian.
            Di Indonesia, jalan tol sering dianggap sinonim untuk jalan bebas hambatan, meskipun hal ini sebenarnya salah. Di dunia secara keseluruhan, tidak semua jalan bebas hambatan memerlukan bayaran. Jalan bebas hambatan seperti ini dinamakan freeway atau expressway (free berarti "gratis", dibedakan dari jalan-jalan bebas hambatan yang memerlukan bayaran yang dinamakan tollway atau tollroad (kata toll berarti "biaya"). Yang berarti dalam setiap beberapa kilometre kita akan dihadapkan dengan suatu pemberhentian yang biasa disebul gerbang tol, biasanya gerbang tol ini juga menandai bahwa sebenarnya kita telah sampai pada lokasi, kota, atau daerah yang dituju.
            Beberapa jalan tol menerapkan biaya tol hanya dalam satu arah, seperti penyeberangan antara Pennsylvania dan New Jersey dioperasikan oleh Delaware River Port Authority, dan penyeberangan antara New Jersey dan New York dioperasikan oleh Port Authority of New York and New Jersey, menggunakan metode ini (dalam koordinasi dengan transponder sistem elektronik E-ZPass) mengingat jarak antara jembatan di sepanjang sungai, lalu lintas daerah komuter, dan tol serupa di setiap jembatan. Pembayaran tol dapat dilakukan secara tunai, dengan kartu kredit, dengan kartu pra-bayar, atau oleh sistem pengumpulan tol elektronik. Di beberapa negara Eropa, pembayaran dilakukan dengan menggunakan stiker yang ditempelkan pada kaca depan. Beberapa gerbang tol bersifat otomatis. Tol mungkin bervariasi sesuai dengan jarak yang ditempuh, gedung dan biaya pemeliharaan jalan tol, dan jenis kendaraan. Jalan tol modern sering menggunakan kombinasi dari tiga sistem tersebut, dengan berbagai tol masuk dan keluar dilengkapi dengan jalur-utama sesekali, karena jalan tol modern sudah melakukan suatu pembaharuan yang dilakukan dilapangan agar mempermudah dan membantu masyarakat dalam berkendara dan menikmati jalan tol tersebut, jadi ada beberapa variasi dari gerbang tol tersebut yang tersebar di berbagai negara termasuk di Indonesia, tetapi di Indonesia tidak menerapkan dari semua yang sudah ada, kategori dari gerbang tol tersebut adalah :
·         Jalan Tol Terbuka
·         Jalan Tol Tertutup, dan
·         Jalan Tol Elektronik
Jalan Tol Terbuka
            Pada sistem tol terbuka, semua kendaraan berhenti di berbagai lokasi di sepanjang jalan untuk membayar tol. Meskipun hal ini dapat menghemat uang dari kurangnya kebutuhan untuk membangun gerbang tol di setiap jalan keluar, hal ini dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas sementara lalu lintas antrian di gerbang tol jalur-utama (hambatan tol). Hal ini juga memungkinkan pengendara untuk memasuki jalan tol terbuka setelah gerbang tol dan keluar sebelum gerbang tol yang berikutnya, sehingga pengendara dapat menggunakan jalan tol, walaupun tidak membayar. Sistem ini kurang efektif karena penumpukan kendaraan dalam memakai jalan tol dan lamanya proses dalam pembayaran di gerbang tol jalur-utama.

Jalan Tol Tertutup
            Dalam sistem tertutup ini, kendaraan mengambil tiket tol saat akan memasuki jalan tersebut. Saat akan keluar, pengemudi harus membayar jumlah yang tercantum untuk keluar. Jika tiket hilang, pengendara biasanya harus membayar jumlah maksimum yang mungkin untuk perjalanan di jalan raya itu. Jalan tol yang pendek dengan tidak adanya pintu masuk/keluar di tengahnya mungkin hanya memiliki satu plaza tol di satu sisi, dengan pengendara perjalanan di kedua arah membayar biaya rata-rata baik ketika mereka memasuki atau ketika mereka keluar dari jalan tol. Dalam sebuah variasi dari sistem tol tertutup, hambatan arus utama yang hadir pada kedua ujung jalan tol, dan pertukaran masing-masing memiliki jalan tol yang dibayarkan pada saat keluar atau masuk. Selain itu, dengan kebanyakan sistem, pengendara hanya dapat membayar tol dengan uang tunai dan/atau perubahan; kartu debit dan kredit tidak diterima. Namun, beberapa jalan tol mungkin memiliki plaza perjalanan (drive thru) dengan ATM sehingga pengendara dapat menghentikan dan menarik uang tunai untuk tol. Biaya tol dihitung dengan jarak yang ditempuh pada jalan tol. Di Indonesia, sistem ini merupakan yang paling sering dipergunakan sebagai sistem pembayaran tol.





Jalan Tol Elektronik
            Dalam sistem ini, tidak ada pengumpulan uang tunai yang dilakukan, tol biasanya dikumpulkan dengan menggunakan transponder yang dipasang pada kaca depan setiap kendaraan, yang terkait dengan rekening nasabah yang didebit untuk setiap penggunaan jalan tol. Dengan merancang pintu tol khusus untuk pengumpulan elektronik, adalah mungkin untuk menerapkan jalan tol terbuka, dimana pelanggan tidak perlu memperlambat laju kendarannya sama sekali saat melewati pintu tol. Penerapan pengumpulan tol berbasis elektronik di Indonesia dimulai pada tahun 2009 dengan diberlakukannya penggunaan kartu pintar nirkontak e-Toll yang digunakan untuk membayar tarif masuk. Kartu ini menggunakan sistem RFID. Pengguna e-Toll hanya perlu menempelkan kartu untuk membayar uang tol dalam waktu 4 detik, lebih cepat dibandingkan bila membayar secara tunai yang membutuhkan waktu 7 detik secara bertahap, pada akhir Januari 2009, Kartu e-Toll diberlakukan di Jalan Tol Lingkar Dalam JakartaJalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo, dan Jalan Tol Tangerang-Merak. Sebagai pengembangan dari kartu e-Toll, diluncurkan pula e-Tollpass agar pembayaran tol dapat dilakukan dengan lebih cepat. e-Tollpass merupakan layanan baru hasil kerja sama Bank Mandiri dengan operator tol yang memungkinkan transaksi di gardu tol tanpa perlu menghentikan dan membuka kaca jendela kendaraan. Untuk transaksi ini, dibutuhkan on-board unit yang dipasang di dalam kendaraan. Penggunaan e-Tollpass, namun, terbatas hanya pada gardu tol yang bertanda khusus e-Tollpass. Dengan system ini pun para pengendara atau pengemudi bisa lebih cepat dan efektif dalam pembayaran di gebang tol yang berdampak positif bagi sebagian atau mungkin seluruh pengemudi dalam mengejar waktu berkendaranya di jalan tol.





 B. MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN TOL
            Saat ini banyak sekali masyarakat yang sangat bergantung dengan adanya Jalan tol dikarenakan dengan adanya jalan tol sangatlah membantu dan mempersingkat waktu berpergian, tetapi selain itu banyak sekali manfaat adanya Pembangunan jalan tol antara lain adalah sebagai berikut :
1.    Melancarkan Lalu Lintas
            Seperti sebutannya untuk jalan tol itu sendiri, yaitu jalan bebas hambatan, yang artinya jalan tol memiliki fungsi khusus dalam memperlancar lalu lintas. Berupaya memenuhi jalan khusus yang nantinya akan membantu pengendara transportasi untuk lebih mudah dalam perjalanan. Maka, jalan tol akan mempengaruhi upaya menanggulangi kelancaran berlalu lintas yang kian lama kian mahal solusinya. Jadi, pemerintah pun berupaya untuk memecahkan duduk masalah tersebut dengan adanya upaya pembangunan jalan tol antar daerah, maupun daerah berkembang.

2.    Memajukan Daerah Berkembang
            Untuk daerah berkembang, memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat serta para pendatang untuk ikut serta memajukan. Bahkan memanjakan diri ke daerah berkembang tersebut, maka dari itulah pemerintah memilih jalan tol untuk dijadikan solusi bagi perjalanan yang mampu mengangkat laju kemajuan di daerah berkembang.

3.    Meningkatkan Kualitas Ekonomi
            Dengan adanya jalan tol, maka akan sangat terbantu pula pelaksanaan roda ekonomi agar semakin berkembang, bahkan kian pesat. Sedangkan kualitas ekonomi tidak jauh rupa serta upayanya dari transportasi sebagai sarana yang tidak kalah penting dalam perekonomian yang sedang berjalan serta berkembang.

4.    Meningkatkan Distribusi Akan Barang Serta Jasa Pada Pelayanan
            Pelayanan adalah modal yang tidak ada dananya, serta tidak memiliki pembanding yang sepadan. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang berkenaan dengan jasa serta distribusi barang, tidak akan mungkin terpisah dari transportasi. Dengan adanya tol yang akan memudahkan tingkat distribusi barang, maka dengan beriringan roda perekonomian pun akan meningkat, bahkan pesat.

5.    Pemerataan Pembangunan
            Yang menjadi landasan atau dasar mengenai pemerataan pembangunan tentu saja soal langkah atau upaya pemerintah dalam mencari jalan keluar atau solusi yang akan dapat memberikan peningkatan kualitas pembangunan. Maka dari itulah, dibangun jalan tol sebagai bukti pemerataan yang sedang dikembangkan untuk menambah tingkat pembangunan yang berkenaan dengan pemerataan.



6.    Pengembalian Investasi
            Untuk berkenaan dengan pengembalian investasi, maka terdapat kaitannya dengan Badan Usaha, karena memiliki kewenangan tentang pengembangan investasi melalui pendapatan tol yang akan tergantung dengan tarif pasti dan pemberlakuan dari tol. Maka dari itu dengan adanya jalan tol perinvestasian di Indonesia akan terus berjalan dan membuat Indonesia gencar dengan pembangunan.

7.    Memperluas Lapangan Kerja
            Yang menjadi kaitan dari manfaat jalan tol bagi masyarakat umum adalah upaya pemerintah untuk semakin membuka lebar lowongan pekerjaan. Hal ini dikarenakan pengoperasian jalan tol, tentunya membutuhkan tenaga kerja baru untuk menjadi bagian operator dari jalan tol itu sendiri. Terlebih lagi dibutuhkan sift hingga 24 jam. Jadi, dengan jalan tol pun juga memiliki andil untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Transportasi kian lancar, masyarakat juga mendapatkan lapangan pekerjaan.

8.    Penyeimbang Laju Pertumbuhan Penduduk
            Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya jalan tol, maka masyarakat akan sangat terbantu dalam melaksanakan laju perekonomia, perjalanan, hingga distribusi. Hal inilah yang akan berimbas pada masyarakat sendiri yang secara langsung mampu berkaitan dengan sangat nyata. Pasalnya, jalan tol dapat menjadi sarana untuk membantu pergerakan perhubungan dan transportasi masyarakat menjadi jauh lebih terbantu serta mudah.

9.    Upaya Mengatasi Permasalahan Sosial
            Yang dimaksu dengan permasalahan sosial adalah mengenai kemasyarakatan tentunya. Dalam hal mobilitas, masyarakat yang bertemat tinggal di perkotaan akan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Maka dari itulah, perlu adanya cara atau upaya untuk membuat mobilitas lebih stabil tanpa melupakan segala hambatan yang mungkin saja dapat terjadi. Maka dari itulah, terdapat upaya dengan nyata, yaitu berupa jalan tol sebagai jalan bebas hambatan yang akan sangat membantu masyarakat luas dalam menggapai solusi bagi permasalahan mengenai sosial tersebut.

10.    Meningkatkan Keamanan Dunia Transportasi
            Dengan jarak tempuh yang jauh, maka transportasi akan memerlukan waktu tempuh yang jauh pula, bukan hanya itu, namun juga memberikan kemungkinan keselamatan yang sangat diperlukan untuk selalu terjaga. Maka dari itulah, pemerintah juga memilih pada pembangunan jalan tol daerah dan antar daerah yang terus dikembangkan dan dilaksanakan secara nyata. Karena dengan adanya jalan tol, maka akan terdapat peningkatan keamanan dunia transportasi yang kian lama kian pesat saja. Karena jika tanpa adanya pembangunan jalan tol masyarakat yang ingin mencapai tujuan masing-masing dengan waktu yang lama akan bemasalah dengan focus dan menimbulkan suseatu yang berbahaya bagi masyarakat lainnya dan mungkin akan terjadi kecelakaan lalu lintas.



C. TANGGAPAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA JALAN TOL

       Jalan tol adalah jalan umum yang kepada pemakainya dikenakan kewajiban membayar tol dan merupakan jalan alternatif lintas jalan umum yang telah ada. Jalan tol diselenggarakan dengan maksud untuk mempercepat pewujudan jaringan jalan dengan sebagian atau seluruh pendanaan berasal dari pengguna jalan,  Namun infrastruktur yang disiapkan adalah jalan tol. Jalan berbayar. Kita tak dapat serta merta menganggapnya sebagai fasilitas publik yang dibiayai dari pajak, meski dari sektor otomotif, APBN dan APBD mendapat setidaknya 100 triliun rupiah per tahun, tetapi karena sifatnya yang begitu penting dan berguna bagi masyarakat luas tanggapan dan respon dari masyarakat pun begitu bagus dan memuaskan, yang berarti dengan adanya pembangunan jalan tol memberikan satu kemudahan yang memiliki banyak arti yaitu sampai ke tempat yang dituju dengan cepat, aman, dan efisien.

       Tetapi karena saat ini populasi manusia sudah sangat pesat apalagi di Indonesia terpusat seperti di Jabodetabek jalan tol sedikit mengurangin kemudahan itu dan sama seperti kurang membantu, dengan adanya banyak kendaaan dengan jalan tol yang sangat terbatas akan membuat masalah baru yaitu adanya keramaian jalanan atau biasa disebut kemacetan, tentu saja ini mencoreng manfaat utama dari jalan tol itu sendiri dari masyarakat yaitu memberikan kemudahan sampai tujuan dengan efektif, apalagi biaya dari setiap gerbang tol yang tidak berkurang, maka dari timbul pertanyaan “Mengapa tidak melakukan pembangunan jalan tol tambahan?” memang jika dipikir dengan logika, menambah jalan tol di saat seperti ini akan sangat beguna bagi masa depan yang mungkin saja kendaraan pribadi sudah 2x lipat banyaknya, tetapi selain harusnya menambah jalan tol di saat seperti ini, pemerintah pun memiliki cara agar permasalahan ini dapat dikendalikan yaitu dengan adanya pengurangan jumlah kendaraan dengan masa pakai tertentu yang mungkin cara ini dapat mengendalikan atau menyelesaikan malasalah kemacetan di jalan tol.

       Tetapi walau disaat sekarang banyak sekali lika liku tentang jalan tol tetep saja masyarakat masih membutuhkan dan memakai jalan tol karena tidak bisa dibantah lagi jalan tol adalah suatu pembangunan negara yang sangat membantu.




                                                                     BAB II
TOPIK MASALAH

A. PRO DAN KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BAWEN-YOGYAKARTA
Jalan tol saat ini menjadi jalur yang banyak diambil oleh pengendara demi mempersingkat perjalanan dan waktu berkendara. Di Indonesia, masyarakat sering kali menyebut jalan tol sebagai jalur bebas hambatan. Jalan tol tidak hanya deperlukan di kota besar yang notabene sebagian penduduknya memerlukan jalan tol seperti Jabodetabek yang memang padat akan penduduk, tetapi jalan tol pun sama penting dan dibutuhkannya di daerah lain seperti Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, dll, yang tentu saja dengan adanya hal baru yang muncul sebagai suatu gagasan akan menimbulkan beragam reaksi dengan penyelesaiannya.

Tetapi saat ini masih ramai dibicarakan tentang pro dan kontra tentang rencana pembangunan Jalan tol Bawen-Yogyakarta, Jalan tol ini membelah empat Kabupaten di Jawa Tengah dan DIY, tiga Kabupaten di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan satu Kabupaten di DIY, yakni Kabupaten Sleman. Didalam pembangunan jalan tol ini pun banyak sekali lika likunya dikarenakan memang dalam melaksanakan suatu prosedur pembangunan harusnya pembangunan tersebut disetujui dan didukung oleh banyak pihak agar pembangunan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar, tetapi beda halnya dengan rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta dikarenakan mendapat pro dan kontra yang sangat ramai oleh masyarakat, yang tentu saja jika tidak terlaksana akan membuang waktu dalam memikirkan rencana ini, dan jika terlaksana akan menimbulkan keterlambatan dikarenakan lamanya waktu dalam memikirkan rencana pembangunan ini.

Banyak sekali yang mendukung adanya jalan tol ini dikarenakan dapat mempersingkat waktu dan jarak, dan juga sebagian lagi berpendapat mendukung pembangunan jalan tol ini dikarenakan Yogyakarta belom memiliki jalan tol sebagian besar Yogyakarta memang masih menggunakan jalan raya, dan sebagian lagi berpendapat bahwa jalan tol Bawen-Yogyakarta dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, meningkatkan minat investasi, memberluas distribusi, meningkatkan infrakstruktur, dan mobilitas, serta dapat menggurangi adanya pemadatan lalu lintas di Yogyakarta, dan yang tidak kalah penting kehadiran pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta ini dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata. Selama ini, wilayah Yogyakarta terkenal dengan berbagai macam wisatanya, seperti Borobudur dan Malioboro. Dengan adanya jalan tol tersebut, diharapkan arus perjalanan turis dapat lebih singkat, dan dengan kemudahan yang dapat diperoleh itulah kemungkinan Yogyakarta akan lebih berkembang pesat akan meningkat.

Tetapi dari sekian banyaknya yang pro atau mendukung adanya pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta, tidak sedikit juga masyarakat maupun petinggi yang berpendapat banhwa wilayah Kota Yogyakarta kecil, sedangkan ruas jalan di dalam kota cukup pendek sehingga penggunaan tol tidak akan efektif mengurai kepadatan kendaraan, dan juga yang lain berpendapat bahwa pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta akan berdampak pada berkurangnya produk pangan di Jawa Tengah. Sebab, jalur tol akan membelah dan berada di atas lahan-lahan subur, dikarenakan  jalur sepanjang Bawen sampai Yogyakarta adalah lahan yang cukup subur untuk pertanian dan perkebunan, karena berada di bawah Gunung Merapi. Lahan subur ini menjadi salah satu pemasok produk pangan untuk Jawa Tengah dan sekitarnya, dan sebgian bependapat biaya pembangunan jalan tol sepanjang 70 kilometer ini cukup besar, dan jalur pembangunan jalan tol merupakan jalur rawan gempa bumi, serta petinggi DIY pun berpendapat bahwa  keberadaan tol penghubung antar-kota, yang memiliki desain tracklurus untuk kegunaan semata-mata mempercepat jarak tempuh, tidak cocok di DIY. Desain seperti ini tidak berdampak besar pada perekonomian kawasan yang dilintasi jalur tol tersebut. Tol seperti itu, menurutnya, menyebabkan para penggunanya kecil kemungkinan mampir ke kawasan di sekitar titik tengah jalur. 

Sebenarnya dengan adanya pro dan kontra yang terjadi pada pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta berarti masih banyak masyarakat khususnya Bawen-Yogya yang perduli dan turut andil berpartisipasi dalam suatu rancangan perubahan terhadap daerah tersebut, perlu digarisbawahi bahwa memang sulit dalam mengaplikasikan suatu infrakstruktur ke dalam suatu tatanan kota, yang tentu saja itu semua dapat berakibat positif maupun negative. Ujung dari masalah pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta ini mun masih diambang rencana tetapi mengarah kepada akan diperbolehkannya pembuatan jalan tol ini, Pihak Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto, menjelaskan Tol Bawen-Yogya merupakan proyek strategis nasional yang tertuang di Perpres No 58 Tahun 2017, sehingga proyek tol ini akan menjadi skala prioritas pembangunan pemerintah. "Komite percepatan penyediaan infrastruktur prioritas telah melakukan outline business case (OBC) pada tahun 2017. Perda nomor 2 tahun 2010 tentang RTRW 2009-2029 (juga ada) 14 arahan pengembangan jalan bebas hambatan," ungkapnya. Meski demikian, Tavip belum mengetahui kapan pembangunan jalan bebas hambatan ini dimulai

Dengan atau tidak adanya pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta ini pembaharuan dan pembangunan akan terus ada di Indonesia tidak terkecuali wilayah Yogyakarta dan Bawen, tindakan terbaik masyarakat dalam menyikapi hal ini adalah selalu mendukung dan mengkritik sesuai dengan peratuan perundang-undangan di Indonesia.








B. PRO DAN KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BALI MANDARA
            Bali adalah sebuah pulau di Indonesia yang dikenal karena memiliki pegunungan berapi yang hijau, terasering sawah yang unik, pantai, dan terumbu karang yang cantik. Terdapat banyak tempat wisata religi seperti Pura Uluwatu yang berdiri di atas tebing. Di Selatan, kota pesisir pantai Kuta menawarkan wisata hiburan malam yang tak pernah sepi, sementara Seminyak, Sanur, dan Nusa Dua dikenal dengan suguhan resort yang populer. Pulau Bali juga dikenal sebagai tempat untuk relaksasi dengan yoga dan meditasi. Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang ada di pulau ini tergolong sangat baik dibanding daerah-daerah lain di Indonesia, jaringan jalan tersedia dengan baik khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan yakni LegianKutaSanurNusa DuaUbud, dll. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi dan angkutan pariwisata. Moda transportasi massal saat ini disiapkan agar Bali mampu memberi kenyamanan lebih terhadap para wisatawan. Baru-baru ini untuk melayani kebutuhan transportasi massal yang layak di pulau Bali diluncurkan Trans Sarbagita (Trans Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) Menggunakan Bus besar dengan fasilitas AC dan tarif Rp 3.500.
Jalan merupakan salah satu media utama yang dalam perencanaan pengembangan suatu wilayah. Ketersediaan infrastruktur jalan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di dalamnya. Jalan juga dapat membantu memberikan masyarakat aksesbilitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti melakukan pergerakan untuk bekerja, berbelanja ataupun berwisata sehingga kebutuhan akan infrastruktur jalan merupakan aspek penting untuk kesejahteraan masyarakat di dalam suatu wilayah. 
Bali memiliki luas wilayah sebesar 5.636,66 km2 atau hanya 0,29% dari luas wilayah Indonesia. Pulau ini menjadi destinasi utama pariwisata yang ada di Indonesia. Banyak wisatawan asing berdatangan ke Bali untuk berwisata maka dari itu kebutuhan akan infrastruktur jalan sangat dibutuhkan di Provinsi Bali ini. Kebutuhan jalan tol yang menjadi penghubung antar daerah di Bali yang berguna untuk mempercepat aksesbilitas masyarakat menjadi bagian penting dalam mengembangkan Bali. Jalan tol dapat diartikan sebagai suatu jalan alternatif bebas hambatan, yang berbayar sesuai dengan tarifnya, untuk mengatasi kemacetan lalu lintas ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat ke tempat lain. Jalan tol Mandara berbeda pada jalan tol yang biasanya terdapat di Indonesia, Jalan Tol ini dibangun di atas laut yang menghubungkan Wilayah Nusa Dua, Bandara Ngurah Rai, dan Benoa. Jalon tol Bali Mandara sendiri mempunyari sebuah arti nama yang diberikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden, (SBY) memberi nama jalan tol itu dengan nama Bali Mandara, yang berarti Bali yang agung, Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera. Karena memang Bali adalah tempat yang indah dan merupakan aset negara yang sangat penting dan dijaga.
Walaupun saat ini jalan tol Mandara sudah selesai dibuat dan sudah dapat beroperasi, saat perencanaan pembangunannya pun banyak sekali pro dan kontra yang datang dengan adanya rencana ini, memang dengan adanya pro dan kontra semua orang bisa tau apakah pembangunan jalan ini betul-betul berguna bagi masyarakat Bali atau memang hanya pembangunan swasta yang hanya mengincar peluang dalam berinvestasi, memang tidak ada salahnya tetapi tentu saja akan kurang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat Bali khususnya dalah mengakses dan menggunakan jalan tol Mandara ini.
Sebelum jalan tol Bali Mandara ini diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono banyak sekali pertentangan dari sebagian masyarakat Bali dalam pembangunan jalan tol Mandara ini dikarenakan potensi kapitalisme yang tinggi, bertentangan dengan adat budaya masyarakat setempat yang terancam keberlangsungannya adalah sistem penghormatan seseorang berdasarkan kasta. Adanya kapitalisme yang muncul, jika tidak dikendalikan menyebabkan penghormatan terhadap seseorang dinilai dari harta yang dimilikinya. Padahal seperti yang diketahui bersama bahwa strata tertinggi yang ada dalam sistem sosial kasta di Bali adalah pemimpin upacara adat (kaum Brahmana). Jika penghormatan terhadap pemimpin memudar, tidak menutup kemungkinan adat istiadat masyarakat setempat perlahan-lahan memundar dan hilang, sebagian lagi berpendapat bahwa Tarif tol Bali Mandara yang relatif tinggi akibat investasi tidak berasal dari APBN murni. Tidak adanya subsidi dari pemerintah membuat investor menginginkan keuntungan yang maksimal dalam proses bisnisnya, lalu sebagin lagi perbendapat bahwa Memicu terjadinya urbanisasi yang tinggi. Merupakan dampak regional/nasional akibat kesenjangan yang muncul yang disebabkan kurangnya pemerataan pembangunan. Banyak sekali komentar dan tanggapan masyarakat tentang pembangunan jalan tol Bali Mandara ini memang ini hal yang lumrah karena semua tanggapan ini adalah ekspetasi dari masyarakat setempat yang mengantisipasi akan adanya hal baru. Tetapi dengan adanya begitu banyak kritik yang masuk, ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk bisa menanggapinya balik dengan solusi yang dapat diterima oleh masyarakat setempat bahwa memang pembangunan yang sempurna memang sulit untuk diraih, akan tetapi yang memungkinkan adalah mengurangi dampak negatif yang muncul ataupun melakukan tindakan preventif terhadap kemungkinan dampak negatif yang muncul di masa mendatang. Tentu saja pemerintah tidak hanya berbicara dalam menyampaikan solusi ini kepada masyarakat Bali ada beberapa solusi yang ditawarkan pemerintah yang mungkin dapat membuka mata dan hati dari masyarakat sekitar, antara lain :
·         Penetapan relugasi yang ketat terhadap investasi di bidang pariwisata. Selain untuk melindungi usaha menegah dan kecil lokal, penetapan regulasi investasi di bidang pariwisata juga dirasa penting untuk menjaga suasana kondusif budaya yang ada. Investasi asing tidak semata-mata hanya berdampak ekonomi saja, aspek sosial juga harus menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyetujuinya.
·         Pembatasan jumlah kendaraan dengan peraturan daerah. Adanya peraturan mengenai batas tahun minimal kendaraan yang diperbolehkan masuk ke pulau Bali merupakan tindakan awal yang cukup baik dilakukan oleh pemerintah provinsi Bali.
·         Pengembangan transportasi umum. Pemerintah provinsi harusnya belajar dari beberapa wilayah lainnya di nusantara, seperti Jakarta dan sekitarnya yang sudah mulai mengembangkan transportasi umum yang memadai selain pengembangan pembangunan jalan yang kurang lagi efektif untuk dilakukan karena keterbatasan lahan.
·         Peningkatan kualitas public services dari return values investment. Dalam teori transport and development disebutkan bahwa beberapa hal yang sering dikorbankan oleh pembangunan infrastruktur transportasi adalah public services. Pemerintah daerah yang berfokus menyediakan alokasi pendapatan wilayahnya hanya untuk infrastruktur fisik sering melupakan kesejahteraan masyarakatnya diluar dari dampak langsung terhadap pembangunan tersebut. Seharusnya terdapat beberapa persen dari nilai balik investasi untuk menyelenggarakan program yang menguntungkan rakyat kecil, seperti bebas biaya sekolah hingga tingkat perguruan tinggi bagi mereka yang berprestasi tetapi secara ekonomi tidak memadai ataupun bebas biaya pengobatan untuk mereka yang telah lanjut usia.
Tetapi dari segala tanggapan kontra tentang pembangunan jalan tol Bali Mandara ini tidak sedikit juga masyarakat yang justru mendukung tentang adanya pembangunan tol Mandara ini, karena bagi sebagian masyarakat ini dengan adanya jalan tol Bali Mandara dapat mempermudah dan mempercepat perjalan antar daerah di Bali yang tentu saja itu merupakan poin penting adanya pembangunan jalan tol Bali Mandara ini, banyak yang berpendapat bahwa pembangunan jalan tol harus memiliki dampak positif yang dapat dirasakan saat ini sehingga membawa suasana kondusif dalam perkembangannya, tidak sedikit juga yang berpendapat bahwa dengan ada pembangunan jalan tol Bali Mandara ini dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak dikarenakan ada sekitar 3000 tenaga kerja yang dikerahkan saat proses pembangunan jalan tol Bali Mandara ini dan juga sangat membantu industri dan pelaku usaha konstruksi bangunan, memang dengan adanya pembangunan jalan tol Bali Mandara ini industri dan pelaku usaha konstruksi akan mendapat suatu benefit, lalu sebagian masyarakat juga mengatakan bahwa dengan Anaya jalan tol Bali Mandara ini dapat mengurai kemacetan (waktu tempuh sebelumnya 1-2 jam menjadi hanya 15 menit) karena memang jalan tol ini mebelah lautan untuk menyebrang ke daerah selatan Bali dan dengan system yang sepeti ini banyak tenaga dan waktu yang tidak terbuang percuma, tentu saja ini sangat menguntungkan bagi masyarakat Bali. Selain dari pada dampak postif itu semua banyak masyarakat yang pro mendukung pembuatan jalan tol ini Karena Bali adalah aset utama dari negara kita Indonesia yang tentu saja aka nada sangat banyak wisatawan mancanegara yang datang dan berkunjung ke Indonesia khususnya Bali, dengan adanya pembuatan jalan tol ini dapat memberi nilai lebih sebagai daerah tujuan wisata (landmark baru Pulau Bali).
Jalan tol ini bernama “Bali Mandara” ini, memiliki panjang  total 10 km. Jalan tol ini mulai dikonstruksi sekitar bulan Maret 2012 dan selesai sekitar bulan Mei 2013. Setelah itu,  diresmikan pada tanggal 23 September  2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mulai beroperasi sejak tanggal 27 Septermber 2013.








                                                                       BAB III
ANALISIS

            Menurut kami dengan adanya berbagai tanggapan masyarakat tengan rencana pembangunan adalah suatu hal yang bagus, Karena dengan bigitu dapat terlihat bahwa masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam berani menyuarakan suaranya yang bukan tanpa alas an, tentu saja masyarakat melakukan hal tersebut semuanya demi memajukan daerah itu sendiri agar lebih bagus dan maju.
            Masyarakat yang berfikir bahwa itu kurang baik atau kontra terhadap pembangunan, memiliki pendapat bahwa dengan adanya suatu pembangunan tidak memberi dampak baik atau bahkan akan memperburuk keadaan yang akan merugikan daerah tersebut.
            Sedangkan, masyarakat yang setuju atau pro terhadap pembangunan memiliki suatu pendapat bahwa dengan adanya suatu pembangunan akan memberi lebih banyak keuntungan kepada masyarakat itu sendiri bahwa bisa menguntungkan bagi masyarakat lain yang ingin merasakan suatu pembangunan tersebut (wisatawan).



                                                                       PENUTUP

SARAN
Saran untuk Pelaku Konstruksi Bangunan     :
1.      Lebih mendekati masyarakat bahwa dengan adanya pembangunan ini akan mempermudah mereka
2.      Melakukan observasi dengan lebih matang sebelum memulai suatu pembangunan

Saran untuk masyarakat                                  :
1.      Pikirkan dengan matang apakah memang suatu pembangunan yang dilakukan di daerah tersebut berpengaruh baik atau buruk
2.      Lebih aktif dalam mencari info apakah yang akan dibangun dan nilai apa yang akan diberikan untuk masyarakat sekitar


PENUTUP
            Demikianlah makalah yang dapat kami buat, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan Dan saya juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.



           
                                                   DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar