PRO
KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BAWEN-YOGYAKARTA DAN JALAN TOL BALI MANDARA
v Abraham
Stayman G.R (17318897)
v Andrea
Dela R.M (10318782)
v Bilian
Putu Lisanto (11318422)
v Muhammad
Alfiansyah R.C (14318457)
v Vera
Ardiningrum (17318213)
Kelas :
1TA05
Universitas Gunadarma
Fakultas Teknik Sipil
dan Perencanaan
Tahun Ajaran 2018/2019
DAFTAR
ISI
DAFTAR ISI…………….... ……………………………………….…………....………...
i
KATA PENGANTAR ……………………………………………….…………...……...…ii
PENDAHULUAN………………………………………………………………………..…iii
ISI
BAB I PENGENALAN
A.
Pengertian Jalan Tol ..……………………………….……………………..
1
B.
Manfaat Pembangunan Jalan Tol …………………………………..……...
4
C.
Tanggapan Masyarakat…. …………………………………………………
6
BAB II TOPIK MASALAH
A. Pro dan Kontra Pembangunan Jalan Tol
Bawen- Yogyakarta……...…..… 7
B.
Pro dan Kontra Pembangunan Jalan
Raya Tol Bali Mandara………..…... 10
BAB III ANALISIS…………………………………………………………………...14
PENUTUP
PENUTUP
A. Saran………….…………………………………………………….…….….15
B. Penutup……………………………………………………………….……...15
C. Daftar Pustaka…………………………………………………………..……16
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak
lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya,
tanpa itu semua makalah ini tidak akan bisa terbuat.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi, dan dapat lebih berguna bagi pembaca.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi, dan dapat lebih berguna bagi pembaca.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Depok 19 November 2018
PENDAHULUAN
Pembangunan
adalah suatu sistem yang sangat gencar dilakukan di Indonesia mulai dari
pembangunan Bandara, Dermaga, Stasiun, Jalan tol, Gedung, dll tentu saja dengan
adanya pembangunan dapat meningkatkan sedikit kebutuhan dari manusia, dalam
bekerja, mencari makan, bahkan tempat tinggal, dengan segala kebutuhan itu
tentu saja sangat kita tidak akan bisa lepas dari suatu pembangunan, karena
cepat atau lambat suatu pembangunan akan tetap dilakukan.
Didalam
suatu pembangunan tentu saja ada ahli atau pekerja yang andal untuk bia
menerima dan melakukannya. Ilmu sipil adalah salah satu yang sangat bepengaruh
dalam suatu pembangunan tersebut. Teknik
sipil adalah salah satu cabang ilmu teknik yang
mempelajari tentang bagaimana merancang, membangun, merenovasi tidak
hanya gedung dan infrastruktur,
tetapi juga mencakup lingkungan untuk kemaslahatan hidup manusia. Teknik sipil
mempunyai ruang lingkup yang luas, di dalamnya pengetahuan matematika, fisika, kimia, biologi, geologi, lingkungan hingga komputer mempunyai
peranannya masing-masing. Teknik sipil dikembangkan sejalan dengan tingkat
kebutuhan manusia dan pergerakannya, hingga bisa dikatakan ilmu ini bisa
mengubah sebuah hutan menjadi kota besar yang didalamnya terdapat pangkalan
transportasi, maupun gedung- gedung.
Didalam
suatu pembanguna pun tidaklah berjalan mulus tanpa ada duatu kendala, karena
pembanguna adalah system yang harus disetujui dan didukung oleh semua pihak
tapi dalah proses menuju persetujuan tersebut akan terjadi suatu kendala yaitu
pro dan kontra, pro adalah suatu reaksi yang baik, positif, dan setuju terhadap
suatu hal dan kontra adalah reaksi negative, menentang, atau tidak setuju
terhadap suatu hal.
Pengertian
Jalan adalah prasarana Transportasi Darat yang meliputi segala bagian
jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi
lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di
bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan
kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Sistem jaringan jalan merupakan satu kesatuan jaringan jalan yang
terdiri dari sistem jaringan jalan primer dan
sistem jaringan jalan sekunder yang terjalin dalam
hubungan hierarki.Sistem jaringan jalan disusun dengan mengacu pada rencana
tata ruang wilayah dan dengan memperhatikan keterhubungan antarkawasan dan/atau
dalam kawasan perkotaan, dan kawasan
perdesaan. Sistem jaringan jalan primer
disusun berdasarkan rencana tata ruang dan
pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di
tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang
berwujud pusat-pusat kegiatan, sedangkan Sistem jaringan jalan sekunder disusun
berdasarkan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota dan pelayanan
distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam kawasan perkotaan yang menghubungkan
secara menerus kawasan yang mempunyai fungsi primer, fungsi sekunder kesatu,
fungsi sekunder kedua, fungsi sekunder ketiga, dan seterusnya sampai ke persil.
Dan itu semua menjadikan satu kesatuan yang sangat berguna dan sangat membantu
manusia dalam melakukan perjalanan, pengiriman, dan pengataran ke suatu tujuan
yang dituju.
Bab
I
Pengenalan
Pengenalan
A. PENGERTIAN JALAN TOL
Jalan tol (di Indonesia disebut juga sebagai jalan bebas hambatan) adalah suatu jalan yang dikhususkan untuk kendaraan bersumbu dua atau
lebih (mobil, bus, truk) dan bertujuan untuk mempersingkat jarak dan waktu tempuh
dari satu tempat ke tempat lain. Dengan memakai jalan tol waktu yang ditempuh
bisa sangat dimimalisir dengan sangat efektif, bahkan saat ini banyak sekali
masyarakat yang memakai jalan tol sebagai pilihan utama dalam berpergian.
Di Indonesia, jalan tol sering dianggap sinonim untuk jalan bebas hambatan, meskipun hal ini sebenarnya salah. Di dunia secara
keseluruhan, tidak semua jalan bebas hambatan memerlukan bayaran. Jalan bebas
hambatan seperti ini dinamakan freeway atau expressway (free berarti
"gratis", dibedakan dari jalan-jalan bebas hambatan yang memerlukan
bayaran yang dinamakan tollway atau tollroad (kata toll berarti
"biaya"). Yang berarti dalam setiap beberapa kilometre kita akan
dihadapkan dengan suatu pemberhentian yang biasa disebul gerbang tol, biasanya
gerbang tol ini juga menandai bahwa sebenarnya kita telah sampai pada lokasi,
kota, atau daerah yang dituju.
Beberapa jalan tol menerapkan biaya tol hanya dalam satu arah,
seperti penyeberangan antara Pennsylvania dan New Jersey dioperasikan
oleh Delaware
River Port Authority, dan penyeberangan antara New Jersey dan New York dioperasikan
oleh Port Authority of New York and New
Jersey, menggunakan metode ini (dalam koordinasi dengan transponder
sistem elektronik E-ZPass) mengingat jarak antara jembatan di sepanjang sungai,
lalu lintas daerah komuter, dan tol serupa di setiap jembatan. Pembayaran tol
dapat dilakukan secara tunai, dengan kartu kredit,
dengan kartu pra-bayar, atau oleh sistem pengumpulan tol elektronik. Di beberapa
negara Eropa, pembayaran dilakukan dengan menggunakan stiker yang ditempelkan
pada kaca depan. Beberapa gerbang tol bersifat otomatis. Tol mungkin bervariasi
sesuai dengan jarak yang ditempuh, gedung dan biaya pemeliharaan jalan tol, dan
jenis kendaraan. Jalan tol modern sering menggunakan kombinasi dari tiga sistem
tersebut, dengan berbagai tol masuk dan keluar dilengkapi dengan jalur-utama
sesekali, karena jalan tol modern sudah melakukan suatu pembaharuan yang
dilakukan dilapangan agar mempermudah dan membantu masyarakat dalam berkendara
dan menikmati jalan tol tersebut, jadi ada beberapa variasi dari gerbang tol
tersebut yang tersebar di berbagai negara termasuk di Indonesia, tetapi di
Indonesia tidak menerapkan dari semua yang sudah ada, kategori dari gerbang tol
tersebut adalah :
·
Jalan Tol Terbuka
·
Jalan Tol Tertutup, dan
·
Jalan Tol Elektronik
Jalan
Tol Terbuka
Pada
sistem tol terbuka, semua kendaraan berhenti di berbagai lokasi di sepanjang
jalan untuk membayar tol. Meskipun hal ini dapat menghemat uang dari kurangnya
kebutuhan untuk membangun gerbang tol di setiap jalan keluar, hal ini dapat
menyebabkan kemacetan lalu lintas sementara lalu lintas antrian di gerbang tol
jalur-utama (hambatan tol). Hal ini juga memungkinkan pengendara untuk memasuki jalan tol terbuka setelah
gerbang tol dan keluar sebelum gerbang tol yang berikutnya, sehingga pengendara
dapat menggunakan jalan tol, walaupun tidak membayar. Sistem ini kurang efektif
karena penumpukan kendaraan dalam memakai jalan tol dan lamanya proses dalam
pembayaran di gerbang tol jalur-utama.
Jalan
Tol Tertutup
Dalam sistem tertutup ini, kendaraan
mengambil tiket tol saat
akan memasuki jalan tersebut. Saat akan keluar, pengemudi harus membayar jumlah
yang tercantum untuk keluar. Jika tiket hilang, pengendara biasanya harus
membayar jumlah maksimum yang mungkin untuk perjalanan di jalan raya itu. Jalan
tol yang pendek dengan tidak adanya pintu masuk/keluar di tengahnya mungkin
hanya memiliki satu plaza tol di satu sisi, dengan pengendara perjalanan di
kedua arah membayar biaya rata-rata baik ketika mereka memasuki atau ketika
mereka keluar dari jalan tol. Dalam sebuah variasi dari sistem tol tertutup,
hambatan arus utama yang hadir pada kedua ujung jalan tol, dan pertukaran
masing-masing memiliki jalan tol yang dibayarkan pada saat keluar atau masuk.
Selain itu, dengan kebanyakan sistem, pengendara hanya dapat membayar tol
dengan uang tunai dan/atau perubahan; kartu debit dan
kredit tidak diterima. Namun, beberapa jalan tol mungkin memiliki plaza
perjalanan (drive thru) dengan ATM sehingga
pengendara dapat menghentikan dan menarik uang tunai untuk tol. Biaya tol
dihitung dengan jarak yang ditempuh pada jalan tol. Di Indonesia, sistem ini
merupakan yang paling sering dipergunakan sebagai sistem pembayaran tol.
Jalan
Tol Elektronik
Dalam
sistem ini, tidak ada pengumpulan uang
tunai yang
dilakukan, tol biasanya dikumpulkan dengan menggunakan transponder yang dipasang pada kaca depan setiap kendaraan, yang
terkait dengan rekening nasabah yang didebit untuk setiap penggunaan jalan tol.
Dengan merancang pintu tol khusus untuk pengumpulan elektronik, adalah mungkin
untuk menerapkan jalan tol terbuka, dimana pelanggan tidak perlu memperlambat
laju kendarannya sama sekali saat melewati pintu tol. Penerapan pengumpulan tol
berbasis elektronik di Indonesia dimulai pada tahun 2009 dengan diberlakukannya
penggunaan kartu pintar nirkontak e-Toll yang digunakan untuk membayar tarif masuk. Kartu ini
menggunakan sistem RFID. Pengguna e-Toll hanya
perlu menempelkan kartu untuk membayar uang tol dalam waktu 4 detik, lebih
cepat dibandingkan bila membayar secara tunai yang membutuhkan waktu 7 detik
secara bertahap, pada akhir Januari 2009, Kartu e-Toll diberlakukan di Jalan Tol Lingkar
Dalam Jakarta, Jalan Tol Prof. Dr. Sedyatmo, dan Jalan Tol Tangerang-Merak. Sebagai pengembangan dari kartu e-Toll, diluncurkan pula e-Tollpass agar pembayaran tol
dapat dilakukan dengan lebih cepat. e-Tollpass merupakan
layanan baru hasil kerja sama Bank
Mandiri dengan
operator tol yang memungkinkan transaksi di gardu tol tanpa perlu menghentikan
dan membuka kaca jendela kendaraan. Untuk transaksi ini, dibutuhkan on-board unit yang dipasang di
dalam kendaraan. Penggunaan e-Tollpass,
namun, terbatas hanya pada gardu tol yang bertanda khusus e-Tollpass. Dengan system ini pun
para pengendara atau pengemudi bisa lebih cepat dan efektif dalam pembayaran di
gebang tol yang berdampak positif bagi sebagian atau mungkin seluruh pengemudi
dalam mengejar waktu berkendaranya di jalan tol.
B. MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN TOL
Saat ini banyak sekali
masyarakat yang sangat bergantung dengan adanya Jalan tol dikarenakan dengan
adanya jalan tol sangatlah membantu dan mempersingkat waktu berpergian, tetapi
selain itu banyak sekali manfaat adanya Pembangunan jalan tol antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Melancarkan
Lalu Lintas
Seperti sebutannya untuk
jalan tol itu sendiri, yaitu jalan bebas hambatan, yang artinya jalan tol
memiliki fungsi khusus dalam memperlancar lalu lintas. Berupaya memenuhi
jalan khusus yang nantinya akan membantu pengendara transportasi untuk lebih
mudah dalam perjalanan. Maka, jalan tol akan mempengaruhi upaya menanggulangi
kelancaran berlalu lintas yang kian lama kian mahal solusinya. Jadi, pemerintah
pun berupaya untuk memecahkan duduk masalah tersebut dengan adanya upaya
pembangunan jalan tol antar daerah, maupun daerah berkembang.
2. Memajukan
Daerah Berkembang
Untuk daerah berkembang, memiliki daya tarik tersendiri bagi
masyarakat serta para pendatang untuk ikut serta memajukan. Bahkan memanjakan
diri ke daerah berkembang tersebut, maka dari itulah pemerintah memilih jalan
tol untuk dijadikan solusi bagi perjalanan yang mampu mengangkat laju kemajuan
di daerah berkembang.
3. Meningkatkan
Kualitas Ekonomi
Dengan adanya jalan tol, maka akan sangat terbantu pula
pelaksanaan roda ekonomi agar semakin berkembang, bahkan kian pesat. Sedangkan
kualitas ekonomi tidak jauh rupa serta upayanya dari transportasi sebagai
sarana yang tidak kalah penting dalam perekonomian yang sedang berjalan serta
berkembang.
4. Meningkatkan
Distribusi Akan Barang Serta Jasa Pada Pelayanan
Pelayanan adalah modal yang tidak ada dananya, serta tidak
memiliki pembanding yang sepadan. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang
berkenaan dengan jasa serta distribusi barang, tidak akan mungkin terpisah dari
transportasi. Dengan adanya tol yang akan memudahkan tingkat distribusi barang,
maka dengan beriringan roda perekonomian pun akan meningkat, bahkan pesat.
5. Pemerataan
Pembangunan
Yang menjadi landasan atau dasar mengenai pemerataan
pembangunan tentu saja soal langkah atau upaya pemerintah dalam mencari jalan
keluar atau solusi yang akan dapat memberikan peningkatan kualitas pembangunan.
Maka dari itulah, dibangun jalan tol sebagai bukti pemerataan yang sedang
dikembangkan untuk menambah tingkat pembangunan yang berkenaan dengan
pemerataan.
6. Pengembalian
Investasi
Untuk berkenaan dengan pengembalian investasi, maka terdapat
kaitannya dengan Badan Usaha, karena memiliki kewenangan tentang pengembangan
investasi melalui pendapatan tol yang akan tergantung dengan tarif pasti dan
pemberlakuan dari tol. Maka dari itu dengan adanya jalan tol perinvestasian di
Indonesia akan terus berjalan dan membuat Indonesia gencar dengan pembangunan.
7. Memperluas Lapangan Kerja
Yang menjadi kaitan dari manfaat jalan tol bagi masyarakat
umum adalah upaya pemerintah untuk semakin membuka lebar lowongan pekerjaan.
Hal ini dikarenakan pengoperasian jalan tol, tentunya membutuhkan tenaga kerja
baru untuk menjadi bagian operator dari jalan tol itu sendiri. Terlebih lagi
dibutuhkan sift hingga 24 jam. Jadi, dengan jalan tol pun
juga memiliki andil untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Transportasi kian lancar, masyarakat juga mendapatkan lapangan pekerjaan.
8. Penyeimbang
Laju Pertumbuhan Penduduk
Hal ini dapat dikaitkan dengan adanya jalan tol, maka
masyarakat akan sangat terbantu dalam melaksanakan laju perekonomia,
perjalanan, hingga distribusi. Hal inilah yang akan berimbas pada masyarakat
sendiri yang secara langsung mampu berkaitan dengan sangat nyata. Pasalnya,
jalan tol dapat menjadi sarana untuk membantu pergerakan perhubungan dan
transportasi masyarakat menjadi jauh lebih terbantu serta mudah.
9. Upaya
Mengatasi Permasalahan Sosial
Yang dimaksu dengan permasalahan sosial adalah mengenai
kemasyarakatan tentunya. Dalam hal mobilitas, masyarakat yang bertemat tinggal
di perkotaan akan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Maka dari itulah,
perlu adanya cara atau upaya untuk membuat mobilitas lebih stabil tanpa
melupakan segala hambatan yang mungkin saja dapat terjadi. Maka dari itulah,
terdapat upaya dengan nyata, yaitu berupa jalan tol sebagai jalan bebas
hambatan yang akan sangat membantu masyarakat luas dalam menggapai solusi bagi
permasalahan mengenai sosial tersebut.
10. Meningkatkan
Keamanan Dunia Transportasi
Dengan jarak tempuh yang jauh, maka transportasi akan
memerlukan waktu tempuh yang jauh pula, bukan hanya itu, namun juga memberikan
kemungkinan keselamatan yang sangat diperlukan untuk selalu terjaga. Maka dari
itulah, pemerintah juga memilih pada pembangunan jalan tol daerah dan antar
daerah yang terus dikembangkan dan dilaksanakan secara nyata. Karena dengan
adanya jalan tol, maka akan terdapat peningkatan keamanan dunia transportasi
yang kian lama kian pesat saja. Karena jika tanpa adanya pembangunan jalan tol
masyarakat yang ingin mencapai tujuan masing-masing dengan waktu yang lama akan
bemasalah dengan focus dan menimbulkan suseatu yang berbahaya bagi masyarakat
lainnya dan mungkin akan terjadi kecelakaan lalu lintas.
C. TANGGAPAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA JALAN TOL
Jalan tol adalah jalan umum yang kepada pemakainya dikenakan
kewajiban membayar tol dan merupakan jalan alternatif lintas jalan umum yang
telah ada. Jalan tol diselenggarakan dengan maksud untuk mempercepat pewujudan
jaringan jalan dengan sebagian atau seluruh pendanaan berasal dari pengguna
jalan, Namun
infrastruktur yang disiapkan adalah jalan tol. Jalan berbayar. Kita tak dapat
serta merta menganggapnya sebagai fasilitas publik yang dibiayai dari pajak,
meski dari sektor otomotif, APBN dan APBD mendapat setidaknya 100 triliun
rupiah per tahun, tetapi karena sifatnya yang begitu penting dan berguna bagi
masyarakat luas tanggapan dan respon dari masyarakat pun begitu bagus dan
memuaskan, yang berarti dengan adanya pembangunan jalan tol memberikan satu
kemudahan yang memiliki banyak arti yaitu sampai ke tempat yang dituju dengan
cepat, aman, dan efisien.
Tetapi karena saat ini populasi manusia
sudah sangat pesat apalagi di Indonesia terpusat seperti di Jabodetabek jalan
tol sedikit mengurangin kemudahan itu dan sama seperti kurang membantu, dengan
adanya banyak kendaaan dengan jalan tol yang sangat terbatas akan membuat
masalah baru yaitu adanya keramaian jalanan atau biasa disebut kemacetan, tentu
saja ini mencoreng manfaat utama dari jalan tol itu sendiri dari masyarakat
yaitu memberikan kemudahan sampai tujuan dengan efektif, apalagi biaya dari
setiap gerbang tol yang tidak berkurang, maka dari timbul pertanyaan “Mengapa
tidak melakukan pembangunan jalan tol tambahan?” memang jika dipikir dengan
logika, menambah jalan tol di saat seperti ini akan sangat beguna bagi masa
depan yang mungkin saja kendaraan pribadi sudah 2x lipat banyaknya, tetapi
selain harusnya menambah jalan tol di saat seperti ini, pemerintah pun memiliki
cara agar permasalahan ini dapat dikendalikan yaitu dengan adanya pengurangan
jumlah kendaraan dengan masa pakai tertentu yang mungkin cara ini dapat
mengendalikan atau menyelesaikan malasalah kemacetan di jalan tol.
Tetapi walau disaat sekarang banyak
sekali lika liku tentang jalan tol tetep saja masyarakat masih membutuhkan dan
memakai jalan tol karena tidak bisa dibantah lagi jalan tol adalah suatu
pembangunan negara yang sangat membantu.
BAB II
TOPIK MASALAH
A. PRO
DAN KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BAWEN-YOGYAKARTA
Jalan tol saat ini menjadi jalur yang banyak diambil oleh
pengendara demi mempersingkat perjalanan dan waktu berkendara. Di Indonesia,
masyarakat sering kali menyebut jalan tol sebagai jalur bebas
hambatan. Jalan tol tidak hanya deperlukan di kota besar yang notabene sebagian
penduduknya memerlukan jalan tol seperti Jabodetabek yang memang padat akan
penduduk, tetapi jalan tol pun sama penting dan dibutuhkannya di daerah lain
seperti Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Timur, dll, yang tentu saja dengan adanya
hal baru yang muncul sebagai suatu gagasan akan menimbulkan beragam reaksi
dengan penyelesaiannya.
Tetapi saat ini masih ramai dibicarakan tentang pro dan kontra
tentang rencana pembangunan Jalan tol Bawen-Yogyakarta, Jalan tol ini membelah
empat Kabupaten di Jawa Tengah dan DIY, tiga Kabupaten di Jawa Tengah yaitu
Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan satu
Kabupaten di DIY, yakni Kabupaten Sleman. Didalam pembangunan jalan tol ini pun
banyak sekali lika likunya dikarenakan memang dalam melaksanakan suatu prosedur
pembangunan harusnya pembangunan tersebut disetujui dan didukung oleh banyak
pihak agar pembangunan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar, tetapi
beda halnya dengan rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta dikarenakan
mendapat pro dan kontra yang sangat ramai oleh masyarakat, yang tentu saja jika
tidak terlaksana akan membuang waktu dalam memikirkan rencana ini, dan jika
terlaksana akan menimbulkan keterlambatan dikarenakan lamanya waktu dalam
memikirkan rencana pembangunan ini.
Banyak sekali yang mendukung adanya jalan tol ini dikarenakan dapat
mempersingkat waktu dan jarak, dan juga sebagian lagi berpendapat mendukung
pembangunan jalan tol ini dikarenakan Yogyakarta belom memiliki jalan tol
sebagian besar Yogyakarta memang masih menggunakan jalan raya, dan sebagian
lagi berpendapat bahwa jalan tol Bawen-Yogyakarta dapat meningkatkan lapangan
pekerjaan, meningkatkan minat investasi, memberluas distribusi, meningkatkan
infrakstruktur, dan mobilitas, serta dapat menggurangi adanya pemadatan lalu lintas
di Yogyakarta, dan yang tidak kalah penting kehadiran pembangunan jalan tol
Bawen-Yogyakarta ini dapat
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.
Selama ini, wilayah Yogyakarta terkenal dengan berbagai macam wisatanya,
seperti Borobudur dan Malioboro. Dengan adanya jalan tol tersebut, diharapkan
arus perjalanan turis dapat lebih singkat, dan dengan kemudahan yang dapat
diperoleh itulah kemungkinan Yogyakarta akan lebih berkembang pesat akan
meningkat.
Tetapi dari sekian banyaknya yang pro atau mendukung adanya
pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta, tidak sedikit juga masyarakat maupun
petinggi yang berpendapat banhwa wilayah Kota
Yogyakarta kecil, sedangkan ruas jalan di dalam kota cukup pendek sehingga penggunaan
tol tidak akan efektif mengurai kepadatan kendaraan, dan juga yang lain
berpendapat bahwa pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta
akan berdampak pada berkurangnya produk pangan di Jawa Tengah. Sebab, jalur tol
akan membelah dan berada di atas lahan-lahan subur, dikarenakan jalur
sepanjang Bawen sampai Yogyakarta adalah lahan yang cukup subur untuk pertanian
dan perkebunan, karena berada di bawah Gunung Merapi. Lahan subur ini menjadi
salah satu pemasok produk pangan untuk Jawa Tengah dan sekitarnya, dan sebgian
bependapat biaya pembangunan jalan tol sepanjang
70 kilometer ini cukup besar, dan jalur pembangunan jalan tol merupakan jalur
rawan gempa bumi, serta petinggi DIY pun berpendapat bahwa keberadaan tol
penghubung antar-kota, yang memiliki desain tracklurus untuk kegunaan semata-mata mempercepat jarak tempuh,
tidak cocok di DIY. Desain seperti ini tidak berdampak besar pada
perekonomian kawasan yang dilintasi jalur tol tersebut. Tol seperti itu,
menurutnya, menyebabkan para penggunanya kecil kemungkinan mampir ke kawasan di
sekitar titik tengah jalur.
Sebenarnya dengan adanya pro dan kontra
yang terjadi pada pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta berarti masih banyak
masyarakat khususnya Bawen-Yogya yang perduli dan turut andil berpartisipasi dalam
suatu rancangan perubahan terhadap daerah tersebut, perlu digarisbawahi bahwa
memang sulit dalam mengaplikasikan suatu infrakstruktur ke dalam suatu tatanan
kota, yang tentu saja itu semua dapat berakibat positif maupun negative. Ujung
dari masalah pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta ini mun masih diambang
rencana tetapi mengarah kepada akan diperbolehkannya pembuatan jalan tol ini, Pihak
Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto, menjelaskan Tol Bawen-Yogya merupakan proyek
strategis nasional yang tertuang di Perpres No 58 Tahun 2017, sehingga proyek
tol ini akan menjadi skala prioritas pembangunan pemerintah. "Komite
percepatan penyediaan infrastruktur prioritas telah melakukan outline business
case (OBC) pada tahun 2017. Perda nomor 2 tahun 2010 tentang RTRW 2009-2029
(juga ada) 14 arahan pengembangan jalan bebas hambatan," ungkapnya. Meski demikian, Tavip belum
mengetahui kapan pembangunan jalan bebas hambatan ini dimulai.
Dengan atau tidak adanya
pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta ini pembaharuan dan pembangunan akan
terus ada di Indonesia tidak terkecuali wilayah Yogyakarta dan Bawen, tindakan
terbaik masyarakat dalam menyikapi hal ini adalah selalu mendukung dan
mengkritik sesuai dengan peratuan perundang-undangan di Indonesia.
B.
PRO DAN KONTRA PEMBANGUNAN JALAN TOL BALI MANDARA
Bali adalah sebuah pulau di Indonesia yang dikenal karena
memiliki pegunungan berapi yang hijau, terasering sawah yang unik, pantai, dan
terumbu karang yang cantik. Terdapat banyak tempat wisata religi seperti Pura
Uluwatu yang berdiri di atas tebing. Di Selatan, kota pesisir pantai Kuta
menawarkan wisata hiburan malam yang tak pernah sepi, sementara Seminyak,
Sanur, dan Nusa Dua dikenal dengan suguhan resort yang populer. Pulau Bali juga
dikenal sebagai tempat untuk relaksasi dengan yoga dan meditasi. Bali tidak
memiliki jaringan rel kereta
api namun
jaringan jalan yang ada di pulau ini tergolong sangat baik dibanding
daerah-daerah lain di Indonesia, jaringan jalan tersedia dengan baik khususnya ke daerah-daerah tujuan
wisatawan yakni Legian, Kuta, Sanur, Nusa
Dua, Ubud, dll. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan
memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan
baik, kecuali taksi dan angkutan pariwisata. Moda transportasi massal saat
ini disiapkan agar Bali mampu memberi kenyamanan lebih terhadap para wisatawan. Baru-baru ini untuk melayani kebutuhan transportasi massal
yang layak di pulau Bali diluncurkan Trans Sarbagita (Trans Denpasar, Badung,
Gianyar, Tabanan) Menggunakan Bus besar dengan fasilitas AC dan tarif Rp 3.500.
Jalan merupakan salah satu
media utama yang dalam perencanaan pengembangan suatu wilayah. Ketersediaan
infrastruktur jalan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan
pertumbuhan ekonomi yang dapat mensejahterakan masyarakat yang ada di dalamnya.
Jalan juga dapat membantu memberikan masyarakat aksesbilitas untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya seperti melakukan pergerakan untuk bekerja, berbelanja
ataupun berwisata sehingga kebutuhan akan infrastruktur jalan merupakan aspek
penting untuk kesejahteraan masyarakat di dalam suatu wilayah.
Bali memiliki luas wilayah
sebesar 5.636,66 km2 atau hanya 0,29% dari luas wilayah Indonesia. Pulau ini
menjadi destinasi utama pariwisata yang ada di Indonesia. Banyak wisatawan
asing berdatangan ke Bali untuk berwisata maka dari itu kebutuhan akan
infrastruktur jalan sangat dibutuhkan di Provinsi Bali ini. Kebutuhan jalan tol
yang menjadi penghubung antar daerah
di
Bali yang berguna untuk mempercepat aksesbilitas masyarakat menjadi bagian
penting dalam mengembangkan Bali. Jalan tol dapat diartikan sebagai suatu jalan
alternatif bebas hambatan, yang berbayar sesuai dengan tarifnya, untuk
mengatasi kemacetan lalu lintas ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat
ke tempat lain. Jalan tol Mandara berbeda pada
jalan tol yang biasanya terdapat di Indonesia, Jalan Tol ini dibangun di atas
laut yang menghubungkan
Wilayah Nusa Dua, Bandara Ngurah Rai, dan
Benoa.
Jalon tol Bali Mandara sendiri mempunyari sebuah arti nama yang diberikan oleh
Susilo Bambang Yudhoyono Presiden, (SBY)
memberi nama jalan tol itu dengan nama Bali Mandara, yang berarti Bali yang
agung, Bali yang maju, aman, damai, dan sejahtera. Karena memang Bali adalah
tempat yang indah dan merupakan aset negara yang sangat penting dan dijaga.
Walaupun saat ini jalan
tol Mandara sudah selesai dibuat dan sudah dapat beroperasi, saat perencanaan
pembangunannya pun banyak sekali pro dan kontra yang datang dengan adanya
rencana ini, memang dengan adanya pro dan kontra semua orang bisa tau apakah
pembangunan jalan ini betul-betul berguna bagi masyarakat Bali atau memang
hanya pembangunan swasta yang hanya mengincar peluang dalam berinvestasi, memang
tidak ada salahnya tetapi tentu saja akan kurang berguna dan bermanfaat bagi
masyarakat Bali khususnya dalah mengakses dan menggunakan jalan tol Mandara
ini.
Sebelum jalan tol Bali
Mandara ini diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono banyak sekali pertentangan
dari sebagian masyarakat Bali dalam pembangunan jalan tol Mandara ini
dikarenakan potensi kapitalisme yang tinggi, bertentangan
dengan adat budaya masyarakat setempat yang terancam keberlangsungannya adalah
sistem penghormatan seseorang berdasarkan kasta. Adanya kapitalisme yang
muncul, jika tidak dikendalikan menyebabkan penghormatan terhadap seseorang
dinilai dari harta yang dimilikinya. Padahal seperti yang diketahui bersama
bahwa strata tertinggi yang ada dalam sistem sosial kasta di Bali adalah
pemimpin upacara adat (kaum Brahmana). Jika penghormatan terhadap pemimpin
memudar, tidak menutup kemungkinan adat istiadat masyarakat setempat
perlahan-lahan memundar dan hilang, sebagian lagi berpendapat bahwa Tarif tol Bali
Mandara yang relatif tinggi akibat
investasi tidak berasal dari APBN murni. Tidak adanya subsidi dari pemerintah
membuat investor menginginkan keuntungan yang maksimal dalam proses bisnisnya,
lalu sebagin lagi perbendapat bahwa Memicu terjadinya urbanisasi yang
tinggi. Merupakan dampak regional/nasional akibat kesenjangan yang muncul yang
disebabkan kurangnya pemerataan pembangunan. Banyak sekali komentar dan
tanggapan masyarakat tentang pembangunan jalan tol Bali Mandara ini memang ini
hal yang lumrah karena semua tanggapan ini adalah ekspetasi dari masyarakat
setempat yang mengantisipasi akan adanya hal baru. Tetapi dengan adanya begitu
banyak kritik yang masuk, ini menjadi prioritas utama pemerintah untuk bisa
menanggapinya balik dengan solusi yang dapat diterima oleh masyarakat setempat
bahwa memang pembangunan
yang sempurna memang sulit untuk diraih, akan tetapi yang memungkinkan adalah
mengurangi dampak negatif yang muncul ataupun melakukan tindakan preventif terhadap
kemungkinan dampak negatif yang muncul di masa mendatang. Tentu saja pemerintah
tidak hanya berbicara dalam menyampaikan solusi ini kepada masyarakat Bali ada
beberapa solusi yang ditawarkan pemerintah yang mungkin dapat membuka mata dan
hati dari masyarakat sekitar, antara lain :
·
Penetapan relugasi
yang ketat terhadap investasi di bidang pariwisata. Selain untuk melindungi
usaha menegah dan kecil lokal, penetapan regulasi investasi di bidang
pariwisata juga dirasa penting untuk menjaga suasana kondusif budaya yang ada.
Investasi asing tidak semata-mata hanya berdampak ekonomi saja, aspek sosial
juga harus menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyetujuinya.
·
Pembatasan jumlah
kendaraan dengan peraturan daerah. Adanya peraturan mengenai batas tahun minimal
kendaraan yang diperbolehkan masuk ke pulau Bali merupakan tindakan awal yang
cukup baik dilakukan oleh pemerintah provinsi Bali.
·
Pengembangan
transportasi umum. Pemerintah provinsi harusnya belajar dari beberapa wilayah
lainnya di nusantara, seperti Jakarta dan sekitarnya yang sudah mulai
mengembangkan transportasi umum yang memadai selain pengembangan pembangunan
jalan yang kurang lagi efektif untuk dilakukan karena keterbatasan lahan.
·
Peningkatan kualitas
public services dari return values investment. Dalam teori transport and
development disebutkan bahwa beberapa hal yang sering dikorbankan oleh
pembangunan infrastruktur transportasi adalah public services. Pemerintah
daerah yang berfokus menyediakan alokasi pendapatan wilayahnya hanya untuk infrastruktur
fisik sering melupakan kesejahteraan masyarakatnya diluar dari dampak langsung
terhadap pembangunan tersebut. Seharusnya terdapat beberapa persen dari nilai
balik investasi untuk menyelenggarakan program yang menguntungkan rakyat kecil,
seperti bebas biaya sekolah hingga tingkat perguruan tinggi bagi mereka yang
berprestasi tetapi secara ekonomi tidak memadai ataupun bebas biaya pengobatan
untuk mereka yang telah lanjut usia.
Tetapi dari segala tanggapan kontra tentang pembangunan jalan tol Bali
Mandara ini tidak sedikit juga masyarakat yang justru mendukung tentang adanya
pembangunan tol Mandara ini, karena bagi sebagian masyarakat ini dengan adanya
jalan tol Bali Mandara dapat mempermudah dan mempercepat perjalan antar daerah
di Bali yang tentu saja itu merupakan poin penting adanya pembangunan jalan tol
Bali Mandara ini, banyak yang berpendapat bahwa pembangunan jalan tol harus memiliki dampak positif yang
dapat dirasakan saat ini sehingga membawa suasana kondusif dalam
perkembangannya, tidak sedikit juga yang berpendapat bahwa dengan ada
pembangunan jalan tol Bali Mandara ini dapat menyerap tenaga kerja yang cukup
banyak dikarenakan ada sekitar 3000 tenaga kerja yang dikerahkan saat proses
pembangunan jalan tol Bali Mandara ini dan juga sangat membantu industri dan
pelaku usaha konstruksi bangunan, memang dengan adanya pembangunan jalan tol
Bali Mandara ini industri dan pelaku usaha konstruksi akan mendapat suatu
benefit, lalu sebagian masyarakat juga mengatakan bahwa dengan Anaya jalan tol
Bali Mandara ini dapat mengurai kemacetan
(waktu tempuh sebelumnya 1-2 jam menjadi hanya 15 menit) karena memang jalan
tol ini mebelah lautan untuk menyebrang ke daerah selatan Bali dan dengan
system yang sepeti ini banyak tenaga dan waktu yang tidak terbuang percuma, tentu
saja ini sangat menguntungkan bagi masyarakat Bali. Selain dari pada dampak postif itu semua banyak masyarakat yang
pro mendukung pembuatan jalan tol ini Karena Bali adalah aset utama dari negara
kita Indonesia yang tentu saja aka nada sangat banyak wisatawan mancanegara
yang datang dan berkunjung ke Indonesia khususnya Bali, dengan adanya pembuatan
jalan tol ini dapat memberi nilai lebih sebagai daerah
tujuan wisata (landmark baru Pulau Bali).
Jalan tol ini bernama “Bali Mandara” ini,
memiliki panjang total 10 km. Jalan tol ini mulai dikonstruksi sekitar
bulan Maret 2012 dan selesai sekitar bulan Mei 2013. Setelah itu,
diresmikan pada tanggal 23 September 2013 oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dan mulai beroperasi sejak tanggal 27 Septermber 2013.
BAB
III
ANALISIS
Menurut kami dengan adanya berbagai tanggapan masyarakat tengan rencana pembangunan adalah suatu hal yang bagus, Karena dengan bigitu dapat terlihat bahwa masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam berani menyuarakan suaranya yang bukan tanpa alas an, tentu saja masyarakat melakukan hal tersebut semuanya demi memajukan daerah itu sendiri agar lebih bagus dan maju.
Masyarakat yang berfikir bahwa itu
kurang baik atau kontra terhadap pembangunan, memiliki pendapat bahwa dengan
adanya suatu pembangunan tidak memberi dampak baik atau bahkan akan memperburuk
keadaan yang akan merugikan daerah tersebut.
Sedangkan, masyarakat yang setuju
atau pro terhadap pembangunan memiliki suatu pendapat bahwa dengan adanya suatu
pembangunan akan memberi lebih banyak keuntungan kepada masyarakat itu sendiri
bahwa bisa menguntungkan bagi masyarakat lain yang ingin merasakan suatu
pembangunan tersebut (wisatawan).
PENUTUP
SARAN
Saran untuk Pelaku Konstruksi Bangunan :
1. Lebih
mendekati masyarakat bahwa dengan adanya pembangunan ini akan mempermudah mereka
2. Melakukan
observasi dengan lebih matang sebelum memulai suatu pembangunan
Saran untuk masyarakat :
1. Pikirkan
dengan matang apakah memang suatu pembangunan yang dilakukan di daerah tersebut
berpengaruh baik atau buruk
2. Lebih
aktif dalam mencari info apakah yang akan dibangun dan nilai apa yang akan
diberikan untuk masyarakat sekitar
PENUTUP
Demikianlah
makalah yang dapat kami buat, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para
pembaca. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan
kalimat yang kurang jelas, dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia
biasa yang tak luput dari kesalahan Dan saya juga sangat mengharapkan saran dan
kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian penutup dari
kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya.
DAFTAR
PUSTAKA








